Denyut Jantung dan Pengaruhnya Untuk Umur

Sejak dulu sudah diketahui bahwa ada hubungan antara denyut jantung di hampir semua organisme. Hubungan yang ada ini mempengaruhi rata-rata umur di semua spesies, kecuali manusia yang hidup lebih lama dari prediksi berdasarkan denyut jantung.

Pada hewan yang kecil, maka denyut jantung akan mempengaruhi metabolisme sel. Walaupun masih ada faktor lain seperti, proses inflamasi, aktivitas autonomic nervous, dan lain-lain. Denyut jantung sendiri mempengaruhi perkembangan dari beberapa penyakit jantung vaskular yang akhirnya akan berefek pada umur dari seseorang

**

Pada tabel di atas terlihat bahwa denyut jantung sendiri sangat mempengaruhi rata-rata umur spesies. Tikus memiliki denyut jantung tercepat dan umur yang pendek, sedangkan ikan paus memiliki denyut jantung terpelan dan memiliki umur terpanjang. Manusia sendiri memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi di antara makhluk hidup lainya

Baca Selengkapnya..

Panduan Pasien Dengan Sakit Jantung Ketika Terjadi Bencana Alam

Indonesia adalah negara yang rawan bencana, berada di zona ring of fire mengakibatkan negara ini harus sering menghadapi gempa bumi. Ada negara yang mirip dengan indonesia, yaitu jepang, tapi memiliki perbedaan yang cukup jauh. Selain dari masyarakatnya, teknologi, dan juga panduan ketika bencana.

Disini saya coba merangkum panduan berjudul guidelines for diaster medicine for patiens with cardiovascular disease yang dikeluarkan oleh official journal of the japanese circulation society. Panduan ini menjelaskan tentang bagaimana kita merawat korban bencana alam yang memiliki sakit jantung

**

Pada 11 maret 2011, gempa berkekuatan 9.0 SR mengguncang jepang timur dan diikuti oleh tusnami yang membuat sekitar 450.000 orang harus mengungsi. Perubahan ini mengakibatkan meningkatnya stress mental dan fisik yang herhubungan dengan penyakit jantung

  • Penyakit Jantung infark

ini adalah salah satu penyebab utama kematian akibat sakit jantung

Penyebab utama mengapa ini terjadi, mungkin karena ketika terjadi bencana fisik dan mental meningkat sehingga menyebabkan lesi aterosklerosis pada seseorang

  • Gagal jantung

Setelah terjadi gempa jepang tahun 2011, terjadi kenaikan kasus untuk gagal jantung yang dilaporkan pertama kali. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifasi dari nervus sympatik sistem akibat stress-pasca-bencana. Aktifasi ini menimbulkan kenaikan tekanan darah dan aritmia. Hal ini diperparah dengan kurangnya obat, meningkatnya konsumsi garam karena kekurangan makanan, suhu rendah, pnemuonia atau penyakit infeksi lainya.

Baca Selengkapnya..

Demonstrasi Untuk Siapa ?

Entah apa yang ada dipikiran teman-teman mahasiswa/wi  salah satu perguruan tinggi jogjakarta ketika rembungan untuk acara demo. Kira-kira dalam angan saya mereka berujar :

“Bro, kita demo yuk mumpung hari buruh”, Ujar koordinator aksi demo

“Hmm.. oke bro, kita tentukan ini tema yang mau dibawa”, Tanya salah satu temenya

“Gampang,  Kita bawa tema menolak bandara, sultan, dan hal lain yang tidak ada burunya sama sekali dan jangan lupa kita ciptakan suasana perang ya !”, Koordinator mengarahkan tema demonya

Akhirnya yang terjadi malah emang kayak zona perang, di depan kampus sambil nutup jalan demo yang temanya sama sekali gak nyambung tentang buruh. Lalu sepertinya emang udah diatur bahwa entar ada yang lempar bom molotov ke pos polisi.

Setelah puas menghancurkan pos polisi, ada satu orang pemuda yang entah mengapa tampak sangat percaya diri sekali apa yang dilakukanya benar. Bawa bom molotov lalu dilemparkan ke arah pos polisi, warga yang kayaknya udah ngempet marah lalu mengejar mahasiswa yang demo

Aku sih yakin mungkin banyak mahasiswa baru yang dipaksa untuk ikutan demo oleh seniornya, jadi gak tau seperti apa demonstrasi itu. Mereka dikejar sama warga yang bahkan sampe masuk ke kampus. Belum selesai, ketika mulai reda pasukan polisi yang mirip udah mau nangkep teroris masuk ke kampus buat menyisir anggota demo.

Enam puluh sembilan mahasiswa akhirnya ketangkep, tidur di penjara. Entah apa yang didalam pikiran mereka, ketika tahu bahwa mereka melakukan suatu perbuatan sangat konyol-gak-penting-menyusahkan-diri-sendiri. Misalnya kalo mereka getol menyuarakan tentang hak buruh boleh lah, tapi ini agak aneh emang.

Akhirnya timbul pertanyaan : Demonstrasi Untuk Siapa ?