Tulisan Kita, Tanggung Jawab Kita

Hallooo.


Wah uda lama gak update blog, gimana kabar kalian ? Hehehe semoga baik baik saja. Udah lama gak blogwalking, rencana abis nulis ini mau ngabisin waktu dengan blogwalking deh. Gak enak juga yang udah mampir kesini tapi belom bisa bales kedatanganya mereka. Oke dah sekarang aku mau nulis tentang bahaya nulis di dunia maya


***


Kalo pernah denger istilah ucapanmu adalah pedang, maka kalo kita udah berhadapan dengan dunia maya istilahnya berganti dengan : tulisanmu adalah pedang. Sekali kita melakukan kesalahan sedikit maka hal itu bisa membuat masalah baik buat orang lain atau diri sendiri.


Mungkin yang paling baru adalah si Erza Rahmawan. Bagi yang gak ngerti siapa dia, dia itu adalah salah seorang yang melakukan kesalahan dengan menuliskan kata tidak pantas di internet. Dia melakukan rasis dan akhirnya dihujat di dunia maya.



Sebelum ada Erza Rahmawan sebenarnya ada juga yang lain seperti Ibnu Rachal Farhansya. Nah siapa lagi  Ibnu Rachal Farhansyah itu? Dia adalah orang melakukan kesalahan dengan melakukan tindakan provokatif terhadap perayaan umat hindu. Lalu ada Evan Brimob, yang notabene seorang polisi tapi juga melakukan kesalahan dengan menuliskan kata-kata tindakan provokatif.


Tapi yang paling seru dan paling banyak menyita perhatian adalah kasus Ibu Prita yang sangat fenomenal, masuk televisi berulang kali sampai akhirnya ada gerakan sosial : Koin Untuk Prita. Mungkin kasus ibu prita adalah kasus paling klimaks akibat tulisan yang bermasalah di internet.


**


Nah sekarang bagaimana cara menanggulangi kasus kayak gitu? Paling gampang yah kita harus memerhatikan banget apa yang kita di tulis di internet, anggap saja bahwa kita lagi berpidato di antara ratusan juta orang dan setiap kata yang dituliskan pasti akan disimak orang lain. Kadang-kadang orang tidak bertanggung jawab apa yang ditulisnya.


Twitter, Facebook adalah salah satu komunitas dunia maya yang memungkinkan penggunanya menulis apapun yang menjadi unek-unek tapi kadang kita merasa arogan dan tidak peduli setelah menulisnya padahal tulisan itu bisa dibaca oleh orang lain. Apalagi kalo tulisan itu sangat provokatif maka bisa aja di print screen lalu di posting di forum dunia maya maka hancurlah dia.


Bagaimana cara menanggulanginya?


Kalo aku sih biasanya dengan cara membaca lagi tulisan yang udah kuposting. Jadi setelah aku menulis apa aku melakukan edit terhadap tulisan diri sendiri, biasanya kalo aku ngerasa tulisan terlalu provokatif maka aku akan menghapusnya. Hal ini biasanya berlaku baik di blog, twitter, atau facebook.


Cara kedua adalah melihat respon dari orang-orang pertama yang membaca. Cara ini emang sedikit "terlambat" dibanding cara sebelumnya karena sudah ada orang yang tahu tapi lebih baik lah daripada lebih banyak orang yang tau. Biasanya postingan pertama itu aku suruh baca oleh teman-temanku sendiri dan aku minta respon mereka bagaimana, kalo dia gak masalah berarti orang lain mungkin tidak ada masalah.


Tapi berhubung banyaknya pengguna internet, kadang cara kedua yaitu melihat respon dari orang lain terkadang kurang efektif. Pikiran orang pasti berbeda antara satu dengan lainya, jadi cara penangkapan maksud dari tulisan kadang juga berbeda. Seperti kemarin aku menulis bualan tentang april mop di facebook malah dikatain cukup keras. Yaudah daripada ada masalah kuhapus aja tulisan itu. Selera humor orang kadang-kadang beda satu dengan lainya


Apalagi sekarang ada Undang-undang karet yang bisa menjerat seseorang akibat tulisanya di internet yaitu : UU ITE dan Pasal pencemaran nama baik. Daripada kena masalah mending kita protektif terhadap diri sendiri dulu ajaa..


**


Yaudah tinggal kita aja bisa gak untuk menahan untuk tidak menulis yang terlalu provokatif. Pernah gak mengalami hal yang berhubungan dengan tulisan kita sendiri?

Comments

  1. jangan sesumbar, itu ya intinya.. ('-')

    ReplyDelete
  2. kunjungannn

    bener deh
    sekarang mah apa aja bisa jadi masalah,
    kudu atiati dlm nulis kan ya
    tulisan tak bertulang (loh?)

    ReplyDelete
  3. kalo menurutmu yg di kaskus gimana, bang?
    apa karena emang tempatnya debat, makanya obrolan2 yg agak keras dihalalkan?

    ReplyDelete
  4. xixixi iya om kudu ati ati sekarang
    media kuga makin giat cari sensasi, tau tulisan agak nyleneh dikit aja mesti di RT dan masuk halaman utama :D
    hati hati kalu nulis banyak :maho di sekitar kita

    ReplyDelete
  5. intinya emang kudu harus super hati2 kalo nulis, kerna langsung kebaca sama banyak orang, agak ngeri jg siy
    tapi tetep gaboleh menghalangi kita dari menyampaikan kebenaran, hohoho..
    sadapp dah behasa sayah :alay

    ReplyDelete
  6. setujuuuu sepenuhnya^^ :hope

    ReplyDelete
  7. [...] Beberapa waktu ini sempet heboh banget masalah pencemaran baik yang melewati dunia internet (Contohnya di postingan  kemarin).  Lalu jangan lupa indonesia juga sangat terkenal di kejahatan dunia maya, sampai-sampai negara [...]

    ReplyDelete
  8. sip! nasehat berharga buat netters...
    tapi kadang ane bingung juga klo ada masalah yang dianggap SARA tapi padahal tetap harus dibahas...

    ReplyDelete
  9. jamannya uu ite nih gan :ngakak

    ReplyDelete
  10. Yang penting harus pintar2 jaga hati dan diri... JAngan sampe terbawa emosi.... ;)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan