Film Asing di tarik dari indonesia ?

Postingan ini aku tulisan abis nonton filem Cintaku cenat-cenut yang aktornya adalah para personil Sm*sh. Well, ternyata judul film gak bohong. Setelah nonton filem itu kepalaku jadi cenut-cenut :tabrakan:

Mau sedikit komentar aja, yah dari segi cerita ini bener-bener film yang sangat ringan yah tentang personil smash taruhan buat ngerebut cewek dan akhirnya dapet lalu dilepaskan begitu saja. Si cewek nangis lalu dateng morjan (atau mergan?) sambil kasih kado buat ke cewek yang sebelumnya dijadikan bahan taruhan itu. Yaaa, aktingnya gak bisa dibandingin sama aktor lain yah secara basic mereka bukan seorang aktor tapi ngeliat kehebatanya dengan satu lagu aja bisa main ke film yaaah itu patut di apresiasi.



**

Tadi siang lagi heboh di twitter perihal ditariknya film asing dan ketika aku ngecek di web resmi 21cineplex ternyata emang film asing lagi pada ditarik. Lalu ada berita dari metrotvnews
Metrotvnews.com, Jakarta: Bea Cukai Indonesia telah memberlakukan ketentuan bea masuk atas hak distribusi film impor pada Kamis (17/2). Sehingga, film asing di Indonesia ditarik dari semua bioskop di Tanah Air.
"MPA mewakili sejumlah perusahan film Asing sudah resmi menarik semua film. Bukan hanya film baru tapi juga yang sudah beredar. Sudah ada koordinasi dengan pihak bioskop 21, mereka datang dan kemarin mengumumkan," terangnya.

Oalah, ternyata film luar negeri dimintain bea cukainya toh. Awalnya aku sempet curiga, film asing di tarik dikarenakan untuk melindungi film-film horor indonesia yang semakin lama kualitasnya karam di dasar laut. Eh aku juga baru tahu  kalo ternyata selama ini, film luar negeri  ini tidak dikenai bea cukai yang cukup "besar", lah berarti ini kebijakan gak adil dong ??

Aku aja kalo lagi kedatengan barang dari luar negeri nebusnya sampe harga gila-gilaan kok padahal barangnya sepele dan untuk pribadi. Lah ini film yang di jual-belikan dan untuk komersil tapi cukainya gak mahal. Malah sempet beredar isu "Lebih baik ngimpor film daripada buat film, murahan ngimpor sih"

**

Yah, semoga sih para distributor film mau bayar cukai buat filem-filem ini deh, mungkin dengan ketentuan ini ada kebijakan baru kalo film asing harganya lebih mahal dari film indo, siapa tau kan ?

Aku sendiri jarang nonton film luar negeri di bioskop. Alasan pertama adalah : Bioskop di malang sangat tidak up-to-date kalo film hollywood (kecuali film yang lagi in seperti : inception, harry potter, 2012), lalu aku lebih seneng nonton dari layar komputer aku. Selain kalo kebelet pipis ga ketinggalan (bisa di pause sih), alasan lainya adalah bisa lebih hemat :D

___

Update


Ternyata aku baru baca di koran jawapos tadi pagi tanggal 19-02-2011 ini, kalo ini adalah respon pemerintah terhadap sutradara hanung brahmantyo. Dia mengeluh kalo bea cukai untuk film luar negeri terlalu murah daripada membuat film sendiri, sehingga mereka kalah bersaing gitu.

Yah kalau misalnya ini demi kemajuan film nasional aku sih setuju aja, semoga dengan dinaikan bea cukai film luar maka film indonesia lebih berani untuk membuat film yang lebih berkualitas ke depanya. Bukanya malah membuat filem ecek-ecek gak penting atau horor semi bokep (atau bokep semi horor?).

Semoga film luar mau bayar pajak lebih lah ke indonesia, supaya kita bisa tetep menikmati film-film bermutu dari luar negeri.

Comments

  1. oh.. baru tau ni ceritanya..
    kemaren cuma sempet heboh2 doang di jejaring sosial, tapi ga tau cerita lengkapnya.
    kalo sampe ditarik gitu kasian dong bioskop2 di indo..
    ntar pada tutup semua lagi klo yg diputerin ga jauh2 dari semua setan-setan-an

    btw, mending saya ngeliat si sm*sh nyanyi ma joget2 deh dibandingin mereka acting..

    ReplyDelete
  2. Ck2x...
    bener bgt, tuh! Harusnya, film indonesia jg harus bayar cukai.. minimal produser jd mikir dulu sebelum bikin film yg kualitasnya rendah.
    Parah2x

    ReplyDelete
  3. knp murah, lah Piracy aja blom d tanganin pemerintah, ya Rugi juga lah Hollywood, ini si karna kemarukan orang" pajak aja .

    ReplyDelete
  4. [...] This post was mentioned on Twitter by dika zakaria, chiby nindy sabrina, andini rezki utami, dika zakaria, malangrockstar4 and others. malangrockstar4 said: Film luar negeri di cekal di indonesia ? http://dlvr.it/GwwKK [...]

    ReplyDelete
  5. bnr bgt tuh, nonton apaan coba klo flm luar pada ditarik..? bs2 ngiler ampe garing aj nungguin film indonesia yang berkualitas bisa di itung pke jari, wah pdhl aq hobi tiap hr nonton film2 bagus, semoga aj cpt ad solusinya ya, mampus aj deh aq klo tiap hari suguhanya cmn film kuntilanak keramas atau apalah yang keramas-keramas...

    ReplyDelete
  6. Bukannya saya tidak nasionalis, tapi beda selera aja.
    Seperti yang anda semua ketahui, film2 Indonesia mayoritas sampah hasil buangan R*** Punj***, K* Dh*r*j beserta antek2nya yang lain.
    Kalau yang bagus itu kebanyakan film drama macam laskar pelangi.
    Orang Indonesia belum bisa bikin film action atau fantasi dengan kelas yang sama dengan Hollywood.
    Lalu bagaimana dengan saya yang penggemar film dengan genre itu? Saya lebih suka film fantasi yang ceritanya mudah dicerna dengan efek2 dahsyat ketimbang film drama pemenang penghargaan (saya tidak suka nonton Black Swan)
    Meskipun laskar pelangi bagus, 'toh saya lebih memilih nonton Narnia (sekali lagi karena selera, bukan tidak nasionalis).
    Lalu orang2 yang punya selera seperti saya harus nonton apa? Masa nonton sinetron fantasi di Indos**r?
    Sama saja dengan membunuh kami pelan-pelan!

    ReplyDelete
  7. Kak, dari Malang ya?
    Ya, tetapi kebijakan dengan menarik film dari luar negeri itu juga gak baek. Terus dimana entar kalau mau nonton film, padahal tahun 2011 ini filmnya bagus- bagus. Cara itu salah menurutku. Karena, sangat imposibble nggak realistik! kalau ingin memotivasi film indo, ya biarlah film luar masuk. Kalau film luar nggak ada mending beli bajakan, download dari internet aja. Banyak orang cerdik kok

    ReplyDelete
  8. kita lihat perkembangannya....
    antara kepentingan duit

    mana yg bertahan....
    :D

    ReplyDelete
  9. Waah sama nih topiknya sama di blog aku! heheh..
    Kalau boleh koreksi sedikit, sebenernya bukan produsen film asing tidak dikenakan pajak, tp ada pajak baru (pajak bea masuk atas hak distribusi, 23.75%) dari pemerintah kita yang tidak pernah ada di negara2 lain/tidak lazim, pajak ini lah yang ditolak oleh produsen film asing.

    Pajak yg sudah dikenakan diluar pajak baru adalah : Bea Masuk (23.75% dr harga barang), Pph atas keuntungan hasil ekspoitasi barang, dan juga Pajak atas hasil penjualan tiket.

    Tanpa ada kompetisi, biasanya akan ada penurunan kualitas, tp mudah2an sebaliknya. :)

    ReplyDelete
  10. bagus deh biar ngerti tuh kalo mau pilemnya ditonton disini ya harus bayar pajak dong

    ReplyDelete
  11. maslahnya skr liat aja film2 tanah air, kok banyak bgt yang muncul dengan embel2 pocong lah, kuntil anak lah.. udah gitu ada beberapa adegan yang menurut saya kurang bagus untuk dijadikan sebgai tontonan,, jujur saya sangat menunggu2 kreasi tanah air yang berkualitas menurut saya, salah satunya seperti Denias, itu baru film yang menurut ane berjualitas!

    ReplyDelete
  12. meski secuil, masih ada harapan agar film Indo dapat mengangkat derajatnya di tengah kejamnya dunia perindustrian yang mengedepankan uang dan mengesampingkan kualitas.. #berharapsangat

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan