SepakBola Politik.. Ala Anak Sma

Waktu itu sekitar tahun 2007, ketika aku masih ganteng, muda, dan energik (halah!) saat itu masih sekolah dan mendapat tugas bahasa inggris yaitu membawa suatu topik yang akan di bahas entar di depan kelas, topiknya bebas bisa milih apa aja sih.


Dalam bayangan sih uda terlintas kira-kira mau nulis tentang apa. Hmmm.. Kayaknya bahas topik sepak bola yang di campur politik seru nih, pikirku saat itu.



Akhirnya aku pun mulai melakukan riset terhadap bahan topik yang akan aku sampaikan. Saat itu keadaan sepak bola tidak separah sekarang yang PSSI aja sampai ada 2. Tapi di saat itu semua orang sudah punya satu kesamaan : Ketidaksukaan pada Nurdin Halid, yang pada saat itu menjabat sebagai ketua umum PSSI.



Nurdin Halid

Gampang aja sih ngelakuin riset, karena berdasarkan hasil gogling aku menemukan banyak orang yang mengeluhkan sepakbola dijadikan alat politik di negeri ini. Apalagi banyak tim sepak bola yang menggunakan dana rakyat. Bayangin 20 milyar setaun cuma dibuat nonton bola, yang bahkan buat menonton ke stadionya aja bayar ! Coba kalo duit itu dibuat, katakanlah pengobatan gratis.


Ketik sana-sini dan dibuat rangkuman, (FYI Pas maju buat bahas masalah ini gak boleh baca, tapi boleh bawa rangkuman). Akhirnya jadi juga tugas yang membahas masalah ini. Aku sih lebih banyak menuliskan bagaimana orang indonesia suka banget sepakbola dan membuat politik ikut-ikutan ke ranah ini.


Fyuh.. Akhirnya selesai juga batinku.. Tapi kenyataanya besok akan menjadi beda.


**


Sesuai perkiraan akhirnya aku mendapat giliran membacakan tugasku.  Dengan semangat walaupun bahasa inggrisnya gak lancar, ngomong bahasa indonesia aja belibet apalagi bahasa asing, akhirnya aku pun selesai menjelaskan pidato ini.


Setelah selesai kuliat guruku, dia tampak mengerutkan dahinya. Ada jeda sebentar sampai dia ngomong dalam bahasa inggris yang di artikan


"Kamu yakin bawa tema politik dalam sepak bola, di pembahasanmu ini?"


speechless


Mampus tiba-tiba otak berpikir cepat




Iya ngapain aku bawa tempa politik ginian di bahasan sekolah yang bahkan saat itu aku masih belum punya Hak pilih.



**

Comments

  1. keren jga tu pemikirannya,walaupun masih SMA..
    mgkin krna kbratan,makanya diprtnyakan sama guru...hehe #sotoy

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan