Detik.com , Ada Apa Denganmu ?

Udah beberapa minggu ini gue gak membaca berita dengan baik. Dari awal tahun yang udah disibukan ama kkn, lalu udah? 2 minggu ini gue stase masuk ke rumah sakit membuat hidup gue berangkat-pagi-pulang-malam dan ketiduran.

Untungnya ada media online yang selalu bisa diikuti kalo lagi ada waktu senggang. Nah mungkin udah agak lama sih ngerasanya tapi gue merasa salah satu media online paling tua di indonesia : detik.com, beritanya semakin lama semakin gak bermutu aja.

Sejak di akusisi ama pihak transcrop (punyanya chairul tanjung ) berita detik com tiba-tiba menjadi semacam infotainment aja. Kebanyakan gosipnya daripada berita penting ! Misalnya aja nih yang lagi heboh adalah cerita hilangnya anak nassar, dan pertengkaran ardina rasti dan temen kumpul kebonya. Itu kali cuma sehari sih gapapa, tapi kalo misalnya dibahas terus dan judul pemberitaanya seperti tanpa sensor bahaya juga.

Ada satu yang menurut gue judulnya menjijikan, silahkan baca berita dan judulnya disini

**



 

Hey ! Ada apa dengan kamu detik com ??!!

Selama gue mengenal internet, ketika tahun 2004, detik.com adalah salah satu situs otomatis yang pasti dibuka ketika membuka browser. Jadi wajar aja gue udah agak mengerti kualitasnya dari jaman agak lama. Tapi sejak bergabung trans, beritanya makin gak karuan deh.

Selain itu, mereka mulai merambah ke macam-macam, mulai dari membuat forum, blog, majalah laki-laki, galeri foto. Emang sih detik com berusaha untuk menyatukan banyak hal tapi tetep aja ini menjadi tidak fokus, gue ngerasa detik.com sekarang bukan menjadi media pemberitaan online.

Yah minimal sih dibetulkan dulu lah, pemberitaanya. Mana yang layak menjadi berita nasional, mana yang layak disimpen untuk kalangan tertentu.

 

Comments

  1. IYA... bikin males :| apalagi cara penulisannya yang suka nyeleneh untuk ukuran situs berita, jadi kesannya 'apaan banget sih'. Agaknya detik udah masuk ke katagori korang kuning.

    ReplyDelete
  2. Sepertinya detik.com cenderung meraih sebanyak mungkin pembaca dengan memberikan judul dan isi berita yang fantastis bombastis, agar supaya para pengiklan senang. Demikian analisis sok tahu dari saya :D

    ReplyDelete
  3. Beberapa media sering terlalu berlebihan saat membuat judul berita, padhal isinya gak jelas.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan