Prologue : Lab Psikiatri

Dan sekarang gue berada di salah satu lab yang cukup menyenangkan, yaitu bagian psikiatri. Bagi para pembaca yang gak ngerti dengan pasien psikiatri, maka bisa dijelasin singkat pasien yang datang kemari datang dengan keluhan gangguan jiwanya.

Beda dengan bagian  sebelumnya yaitu, bedah, obgyn, dan anak dimana  pasti menemukan pasien yang emang tampak sakit secara kasat mata. Di sini beda, bedanya karena pasienya mengalami sakit di dalam jiwanya. Sesi wawancaranya pun beda, kita harus memahami isi pikiranya pasien

Karena buta dengan lab psikiatri, maka gue dengan segera mencari info apa yang harus dilakukan di dalam lab ini. Salah satu temen yang gue tanyain bernama Good Ivan. Sebenrnya nama ivan bagus sih, tapi karena biar lebih keren dan diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, jadilah Good Ivan berada.

Anyway, konon sejarahnya ini anak adalah salah satu murid kesayangan salah satu dokter spesialis di rumah sakit ini. Bahkan ketika dia ujian sama beliau, dia akan direkomendasikan untuk belajar dokter spesialis di Universitas Indonesia. Wow keren banget, tapi ketika gue tanya mengenai kesiapan dia masuk spesialis jiwa dia mengatakan

“Yah gapapa kalo masuk, asalakan orang tua mau gak masukin anaknya ke spesialis jiwa” Hmm… Masuk akal juga, secara spesialis ini masih belum populer di kalangan orang indonesia.

Nah good ivan ini memberikan beberapa petuah dan cerita yang dialami selama di bagian psikiatri ini. Beberapa ceritanya ada yang bikin bengong dan ada yang bikin gue nangis saking ketawanya dengar cerita dia. Gue pun kadang agak gak percaya dengan beberapa cerita temen yang gue anggap “hanya ada di cerita” karena gue belum pernah menemuinya.

Dan setelah menemui pasienya gue pun cuma bengong,

Wah ternyata beneran ada ya pasien yang kaya gini !

To Be Continue…

3 Comments

Leave a Comment.