Selingan Cerita Dari Obgyn

Dateng ibu-ibu hamil ke rumah sakit, dia gak sendirian karena didampingin oleh keluarganya. Mereka menunggu kedatangan anak pertama mereka, pasti lengkap deh keluarganya buat dateng. Lalu si ibu dimasukan ke dalam ruangan khusus, sebut saja namanya kamar bersalin. Bapaknya yang berada diluar pun akhirnya menuju ke dalam kantin dan mulai memesan segelas kopi dan rokok. Pikiranya tampak rileks, dia mulai memilih nama buat bayi yang akan lahir itu.

“Kalo cowok mau aku kasih nama roger moore ah ! Biar gantengnya mirip pemeran james bond.” Pikir si bapak, yang mempunyai nama sutikin. Nama yang gak keren di masa sekarang

Sedangkan di kamar bersalin si ibu berusaha keras mengeluarkan bayinya, dipenuhi rasa kenceng-keceng (his), perut ibu terasa sangat tidak nyaman, sesekali si ibu merasa tidak kuat menahan sakit. Setelah ditunggu berjam-jam akhirnya dilakukan persalinan. Gak segampang buatnya ! Ternyata ngeluarin bayi penuh tenaga, belum kalo dimarahin ama tenaga medisnya.

“Ibu salah ! Harus mengejan seperti BAB, tanpa ada suara, kedua mata membuka, kaki dilebarkan !” Teriak petugas medisnya.

” Yaelah, gue udah berusaha sekuat mungkin, malah dimarahin ” Pikir sang ibu

Kira-kira Itu adalah secuil perjuangan ibu melahirkan dan gambaran sedikit sang suami ketika pada saat itu.

**

Menjadi spesialis obgyn gak cuma melulu tentang hamil, kasus yang menyangkut tentang alat reproduksi wanita semua dikerjakan oleh mereka. Makanya gue gak begitu suka kalo misalnya masuk ke dalam spesialis ini. Takut istri entar cemburu ! Hahaha..

Sebelum masuk ke dalam bagian ini, gue sempet penasran, beberapa temen gue yang menganut aliran ” celana-cingkrang ” (you-know-what-i-mean) ketika menghadapi pasien seperti ini bagaimana ??

Kan ada pemeriksaan dalam reproduksi wanita tersebut. Apakah mereka mau ? Hal ini menjadi pertanyaan ke temen gue.

“Asalkan ada indikasi, dan tidak berpikir yang macam-macam tidak apa-apa” , jawab temen gue saat itu

Yawes sip, oke deh bos !

Setelah masuk ke dalam bagian obgyn gue semakin paham, karena ketika melakukan pemeriksaan dalam gue sendiri tidak pernah terbesit sedikitpun berpikiran macam-macam.

Gue takjub juga dengan diri sendiri dan hal ini menjawab pertanyaan gue juga sebelumnya. Gue aja biasa gak berpikiran macam-macam, apalagi pikiran suci kayak mereka ?

Leave a Comment.