Pura-pura sakit jiwa atau ditangkap?

Ketika  pulang dari poli jiwa salah satu dokter nanya ke gue.

“Kamu waktu itu liat gak, pasien yang sempet nyorat-nyoret wajahnya sendiri ketika saat itu ?” Tanya dokter itu.

Gue lalu berpikir.

Pasien di tempat jiwa ini aneh dan unik-unik kelakuanya (namanya juga orang kena gangguan jiwa ric! ) dan salah satu yang unik adalah orang yang mengalami skizofrenia hebrefenik. Ciri yang paling menonjol dari orang dengan gangguan ini adalah mereka tiba-tiba mengalami regresi perilaku atau bisa dikatakan mereka berperilaku mundur; tidak sesuai dengan umurnya.

Jadi mereka akan berperilaku seperti anak kecil, suka mainan air atau tanah sendiri. Lalu sifatnya pun seperti anak kecil, yang gampang menangis, suka mencorat-coret dinding, dan manja. Sering kalian kalo melihat gelandangan di tepi jalan yang sering berperilaku seperti anak kecil tidak sesuai dengan umurnya maka bisa dibuat contoh orang dengan perilaku seperti ini.

Dengan mengulang memori kembali, akhirnya gue sedikit mendapat gambaran pasien yang sempat mau masuk ruangan tersebut sebelum akhirnya gak jadi. Seorang wanita sekitar 30 tahunan, berikat pinggang tali rafia di perutnya, berbadan tambun, kulit putih dan rambut panjang dengan bolpein di tanganya siap untuk mencoret-coret mukanya tampak di bayangan gue.

Hmmm inget…………

Lalu gue pun menjawab, “Iya dok, kenapa ya ?”

“Gini, tadi ada beberapa polisi yang mencari dia”, jawab dokter itu.

“Hah ? Kok bisa dok ?”, Jawab gue keheranan.

“Yah ternyata dia udah masuk DPO, dia dicurigai terlibat penipuan di dalam tempat kerjanya dulu”

Wow

**

Usut punya usut, ternyata si pasien ini sempat kerja dan mengalami permasalahan di tempat kerjanya dan kasusnya pun udah masuk ke dalam jaksa dan tahap persidangan. Tapi entah mengapa dia menghilang sampai hari ini, Ibu dari pasien ini mengatakan kalo dia dibawa kabur oleh suaminya.

Pertanyaanya sekarang adalah apakah pasien ini pura-pura ??

Jawabanya adalah belum tahu, karena teknik untuk mengetahui apakah dia pura-pura atau tidak harus dilakukan secara seksama. Ketika itu sih gue ngeliatnya biasa aja, tidak tampak kalo dia berusaha memalsukan gangguanya itu. Karena seperti yang kita tahu :

Kita gak bisa memenjarakan orang yang lagi mengalami gangguan jiwa euy 

Jadi inget paman gober, ada satu cerita dimana paman gober harus memilih apakah dia mau berpura-pura gila dengan membagikan uang dari jendela gedungnya atau ditangkap ke dalam penjara. Saat itu dia terkena masalah fitnah dari rekan bisnisnya sehingga harus memutuskan ditangkap polis atau pura-pura gila. Lalu apa yang paman gober lakukan ? Ya namanya juga paman gober, dia lebih milih ditangkap daripada bagi-bagi uang.

7 Comments

  1. asekkk. psikiatrik. seru2 yaa pasiennyaa. stase terakhir gue jg psikiatrik. unik-unikk. apalagi pasien skizofren yang lagi kambuh, bisa ketawa2 mulu pas lagi anamnesis. hhe.
    jadi gimana pasiennya? udah ketemu? beneran sakit atau pura2 yaa. hmm

    Reply
  2. Saya simpulkan perempuan itu benar-benar gila.

    Penulis sendiri mengatakan, “Ketika itu sih gue ngeliatnya biasa aja, tidak tampak kalo dia berusaha memalsukan gangguanya itu”.

    ~Lalu Abd.Rahman~

    Reply
  3. Saya simpulkan perempuan itu benar-benar gila.

    Penulis sendiri mengatakan, “Ketika itu sih gue ngeliatnya biasa aja, tidak tampak kalo dia berusaha memalsukan gangguanya itu”.

    Tapi kalau analogi paman Gober, bisa jadi dia pura-pura gila daripada ditangkap polisi 🙂

    ~Lalu Abd.Rahman~

    Reply

Leave a Reply to Yujikop Cancel reply