10 Tips Menulis Esai Beasiswa

Beberapa hari yang lalu temen gue, zaky minta bantuan untuk ngecek esai dia yang akan dikirimkan untuk beasiswanya. Entah apa yang ada dipikiran dia kok tiba-tiba minta saran ke gue, padahal yo sama-sama gak pernah nulis esai tentang beasiswa, paling nyrempet ama menulis esai adalah ketika jaman masih ada pelajaran bahasa Indonesia, dan itu berapa tahun yang lalu ya ??? Hahahaha….

Tapi karena sebagai temen yang baik, budiman, dan rajin sembayang maka gue tidak menolak permintaan itu, cuma dengan satu syarat :  gak bisa langsung dijawab. Iyeilah, udah mirip-mirip dosen pembimbing tugas akhir aja ni gue, cuma bedanya kalo pembimbing bisa seenaknya nyalahin tulisan, maka disini beda karena gak seperti itu. Gue kapasitasnya cuma kasih saran aja, mau di turuti monggo kalo gak dituruti ya terserah juga.

Berbekal searching di internet, akhirnya bisa juga gue untuk melihat sebenarnya apa sih yang diinginkan pembaca ketika membaca esai tentang pelamar beasiswa. Maka dari itu gue coba rangkum sebagai berikut

1Setiap esai peraturanya beda, jadi jangan sampe salah persepsi

Ketika pertama kali membaca tentang esai dari zaky, gue sedikit bingung karena gak dikasih tau tentang kriteria yang diinginkan seperti apa. Jadi gue hanya membaca dan memberi masukan sedikit aja. Takutnya melanggar peraturan, malah repot

2. Buatlah data pribadi (dan kepribadian) yang menarik

Kan biasa tuh di esai dimintain mendeskripsikan bagaimana kepribadianmu pribadi. Hal ini pasti susah, karena kadang kita gak ngerti terhadap diri sendiri. Maka dari itu buat aja natural, dan tidak usah terlalu bertele-tele. Karena kepribadian bertele-tele akan dianggap tidak menarik. Misalnya aja gak usah bahas tentang hewan kesayanganya, atau makanan favorit, (yealah ini mah tulisan jaman masih suka nulis identitas di buku binder) lebih baik ceritakan tentang latar belakangmu, dan perjuanganya hingga sampai saat ini

3. Menjawab pertanyaan dasar

Ada salah satu pertanyaan yang wajib ditanyakan ketika penulisan esai, “mengapa anda tertarik melanjutkan pendidikan ini ?” atau “Mengapa Anda tertarik belajar di studi ini?”. Jawaban dari pertanyaan itu adalah simpel, tapi pertama harus tau apa yang dimau dari pertanyaan itu adalah : Kenapa Gue harus milih lo daripada calon beasiswa yang lain ?

Nah ini harus dijawab, misalnya gue ini kalo  ditanyain kaya gitu kenapa harus memilih beasiswa dengan studi ini, maka gue akan jawab : karena impian saya dari kecil adalah meneruskan dan memperdalam studi tersebut (ngebual dikit gapapa kan)

4. Passion

Ketika pertama kali membaca esai zaky, gue merasakan tidak adanya “passion” di tulisanya. Seakan dia merasa : Kalo gak keterima syukur, kalo gak ya udah gapapa cari yang lain. Maka dari itu gue menulis saran

” Buat sesuatu yang kamu suka, misalnya  pengalaman mengajar ketika menjadi asisten dosen, ceritakan aja secara lengkap suka (dukanya gak usah) menjadi asdos”

5. Spesifik

Ketika pertama kali zaky nulis judul “Peran saya terhadap negara Indonesia”, gue sedikit bingung. Gue sebenernya mau protes ke zaky, kenapa ngambil suatu tema yang gak spesifik dan ternyata baru tau kalo ini adalah syarat dari juri (baca nomer 1). Akhirnya gue pun lebih nyaranin dia bagaimana ilmu pendidikan sarjana bisa membantu Indonesia, misalnya bekerja lalu gajinya dipotong pajak (bantu keuangan indo kan ?!)

6. Gak usah terlalu “tinggi” alias jangan sombong

Siapa yang mau baca tulisan orang sombong ? Gak ada kan. Tapi siapa juga yang mau membaca karir seseorang tanpa prestasi apa-apa. Maka dari itu kesimpulanya jangan terlalu sombong dan juga rendah. Emang agak susah sepertinya ini, tapi biar gampang menurut gue sih tulis aja yang sombong dahulu setelah itu baru di edit lagi karena menurut gue seperti itu gampang, asal pas dikumpulin jangan lupa di edit loh !

7. Pernyataan Inti

Sama seperti pembuatan tulisan yang lain, maka harus dibuat garis besarnya di setiap cerita sehingga timbul pernyataan inti. Kalo belum bisa kamu bisa menyimpulkan apa isi dari esai tersebut, well mungkin seharusnya ada yang dirubah

8. Jangan lupa “pesan” sponsor
Ini mengenai masalah manner aja sih, dengan menggunakan sponsor di setiap esai kita maka akan lebih baik. Karena kita seperti akan menghormati terhadap seseorang yang bersedia membiayai beasiswa
9. Baca ulang sebelum dikirim
Kalo gue pasti ketika pertama kali nulis, 80% gak bener secara penulisan baik eyd atau sturktur kalimatnya. Maka dari itu, dibaca ulang sangat penting, jangan sampai ada kesalahan setitikpun.
10. Minta bantuan seseorang untuk memberi masukan
Nah ini yang dilakukan temen gue zaky ketika pertama kali meminta untuk memberi saran terhadap esainya. Dari esay dia sih gue gak terlalu banyak ngasih saran, cuma penggunaan kalimat aja yang banyak gue saranin.

**

Itu cuma seklumit pengalaman gue, mungkin ada yang pengalaman menulis esai beasiswa ?

Leave a Comment.