Minuman Oplosan

Dan sekarang gue berada disalah satu stase koas yang paling berat : Bagian penyakit dalam. Kenapa dikatakan paling berat ? soalnya disini tekananya cukup keras dibandingkan bagian yang lain, selain karena penyakit yang dipelajari diini adalah paling banyak ditemui dimasyarakat. Selain itu ilmunya yang banyak banget, perlu ditekanankan lagi : BANYAK BANGET

Anyway bytheway busway otw, tentu gue tetap menceritakan pengalaman koas gue seperti biasanya

**

Ketika jaman kecil dulu gue pernah diceritain oleh seorang temen bokap tentang minuman keras. Jadi ceritanya itu ada sekelompok orang yang bertaruh, siapa yang bisa minum alcohol paling banyak bisa dikatakan dia akan “menang”, biar tantanganya lebih seru maka disetiap putaran akan ditambahi oleh tetesan spiritus, mungkin karena maksudnya biar terasa “greng” kali ya ?

Ketika diceritain itu gue masih polos, lugu, dan tidak punya masa depan jadi ya cuma ngangguk aja,

Lalu pada saat udah mulai beranjak gede, akhirnya baru tahu. Oooh ini toh alkohol, tapi karena gak pernah liat yang sampai se ekstrim diceritakan oleh temen bokap saat itu.

Nah pada saat  di rumah sakit ini malah gue melihat sendiri orang-orang yang menantang maut dengan minum alkohol campuran-entah-apa-itu. Bukan satu, melainkan cukup banyak orang yang melakukan hal itu. Karena kalo minum kayak gituan jarang orangnya dikit, pasti rame-rame seperti melakukan pesta

Ceritanya kemarin baru ada pesta ulang tahun, lalu yang punya hajatan ngadain pesta miras dengan di oplos pembasmi jamur. Sekitar 14 orang pun larut dalam pesta itu, teler sampai pagi. Gejala mulai timbul siangnya karena banyak dari mereka yang mengeluh pusing, mual, muntah. Nyampe di rumah sakit, karena kadar alkohol yang beredar udah kebanyakan akhirnya meninggal deh 10 orang.

Beruntung gue sempat mewawancarai dua orang yang kondisinya bisa dikatakan lebih baik daripada teman lainya. Yang satunya akhirnya harus kehilangan kemampuan untuk melihat, yang satu biasa-biasa aja. Karena penasaran gue bertanya latar belakang mereka

“Pak, kerjaanya apa sih ?”, tanya gue

“Saya sebagai ahli gizi di rumah sakit lawang dok”, jawab bapak yang kondisinya cukup baik.

Heaa..

Ini ada salah satu orang yang kerja di bagian rumah sakit, minimal tau lah bahaya minum kaya gitu, tapi emang susah sih ya menyadarkan orang seperti.

Padahal sampe ada lagunya loh.

*Oplosan, oplosan, oplosan*

 

 

 

 

 

 

1 Comments

Leave a Comment.