Mengenal apa itu Heat Stroke

Entah kenapa ketika sekolah saya termasuk ke bagian orang-orang yang gak betah kalo lagi upacara. Pasti bawaanya males banget kalo berada di suatu lapangan yang panas dan mendengarkan coletahan dari kepala sekolah. Belum lagi kalo ada guru yang bagian tata tertib suka banget razia kaos kaki, rambut, pakaian. Maka berubah lah saya ketika upacara, tiba-tiba ada kaos kaki, celana tidak pernah melorot (maklum dulu ngetrendnya gaya punk), pokoknya beda.



Kalo misalnya udah bosen, maka saya akan memakai jurus : pura-pura sakit. Tiba-tiba tangan memegang kepala atau perut, lalu dengan muka memelas seakan baru dipalak preman jalan ke belakang. Tidak usah menunggu lama, maka akan guru yang nyamperin dan mengatakan : "sudah, kamu duduk saja di belakang". Sambil duduk, si guru ini biasanya akan membawa teh anget. Wow, merdeka !


Tapi gak sering sih gituan, kalo sering-sering bisa dicurigai. Hehehe..




Ini kan yang boongan, bagaimana yang beneran ? Pasti sering kan kalo di suatu upacara tiba-tiba ada orang pingsan. Apalagi kalo dari pagi sampe siang upacaranya, faktor belum sarapan dan panas sangat berperan disini. Kali ini saya akan membahas tentang Sengatan Panas (Heat Stroke)


**


Apakah kalian pernah merasakan suatu hawa yang panas ketika upacara, atau mungkin di jalan sehingga merasa lemah, sakit kepala, tidak bisa berjalan tegak, mengigau, sampai pingsan ? Maka bisa dicurigai sebagai salah satu serangan panas alias heat stroke.


Heat stroke bisa dikatakan sebagai suhu tubuh meningkat hingga 40 C, yang bisa diakibatkan karena suhu dilingkungan atau juga dari dalam tubuh karena aktivitas (misalnya : olahraga) dengan disertai kegagalan sistem organ pada tubuh.


Nah kok bisa gitu ?



Ternyata tubuh manusia adalah salah satu mesin yang hebat, karena mampu menyeimbangkan panas yang didapat dan hilang dalam tubuhnya. Maka dari itu jika suhu diruangan 20-30 derajat, maka suhu tubuh masih berkisar 36 derajat celcius. Hal ini berguna untuk menjaga metabolisme tubuh lancar.

Jika terjadi gangguan, maka akan terjadi kompensasi. Jantung yang dipaksa bekerja keras, untuk memompa darah ke bagian kulit sehingga pembuangan keringat lebih cepat (maka akan terasa deg-degan). Masalahny kalo keringat yang dibuang terlalu banyak, maka bisa kehilangan jumlah cairan juga (dehidrasi). Hal ini yang menyebabkan orang yang mengalami fase shock dalam sengatan panas harus di lakukan penanganan secara cepat.



Penanganya yaitu :


Immediate cooling untuk menurunkan suhu sampai 39,40C, dengan cara:




  • Perendaman dengan air dingin, jika tidak tersedia bisa menggunakan handuk air dingin yang diletakkan di kepala, badan dan kaki.

  • body cooling unit.

  • ice packs.



Kalo dari gambar di atas, maka kaki harus di naikan sekitar 30 derajat. Hal ini dilakukan untuk memberi darah dari kaki ke jantung. Kan di jantung darahnya udah ampir habis, maka dari kaki diberikan darah. Lalu sediakan air minum, dan jangan sekali kali memberi air minum kepada orang yang tidak sadar ! bisa salah masuk ke paru-paru malah gak bisa napas


Jika tidak stabil, maka langsung dibawa kerumah sakit untuk dilakukan pengganti cairan secara cepat (pemasangan infus). Karena kenapa ? Kalo telat maka akan terjadi kegagalan sistemik organ, seperti gagal ginjal dan juga gejala penyerta seperti kejang


Well berhati-hatilah dengan panas !



Comments

  1. kepanasan bahaya, kurang panasnya / krg kena sinar matahari juga bahaya :|

    ReplyDelete
  2. Ohh..gitu ya.
    Tapi kalo udah panik takutnya lupa langkah apa yang harus diambil.
    Semoga aja gak kejadian deh. Serem juga kalo kena stroke

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan