Germanwings dan Teori Bunuh Diri

Pesawat adalah salah satu transportasi umum yang paling aman, itu menurut statistiknya sih. Setiap ada kecelakaan pesawat pasti akan menjadi pemberitaan yang heboh.


Bagaimana ini bisa terjadi ? Apa penyebab kesalahan ?


Perilaku bertolak belakang jika yang kecelakaan bis, bis nya sumber kencono lagi pasti berita cuma ngomong. "Ah bis mah emang gitu, supirnya emang ngawur".


Kalo misalnya ternyata pilot ada yang ngawur juga bagaimana ?


Kasus ini adalah kasus yang menarik dari kecelakaan pesawat Germanwings 9525 dari bercelona ke prancis.


**



Sekitar 150 orang penumpang termasuk 6 crew pesawat mungkin gak mengira kalo hari itu menjadi penerbangan terakhir mereka. Ketika berada di sekitar pegunungan alpen, pesawat menabrak gunung. Seperti biasa, media pasti menyalahkan dengan kondisi pesawat. Apalagi umurnya cukup tua sekitar 20 tahun. Setelah dilakukan penyelidikan hasilnya malah sebaliknya




[caption id="" align="alignnone" width="640"] Andreas Lubitz, Kopilot Pesawat Waktu Itu[/caption]

Sekitar pukul 10.20-10.30 pesawat anteng di ketinggan 38.000 meter, dan dalam sepuluh menit tiba-tiba turun. Pihak pengawas bandara sempet curiga dengan kejadian ini, mereka sempet menghubungi pesawat militer. Ternyata setelah ditemukan black box ditemukan bahwa kopilot sengaja menurukan pesawat hingga menabrak gunung alpen.




[caption id="" align="alignnone" width="1750"] Tiba-tiba pesawat turun tajam[/caption]

Setelah dilihat isi blackbox, ternyata isinya menurut saya sih cukup ngeri. Karena ternyata kopilot dengan tenang merubah ketinggian pesawat, hingga akhirnya jatuh ke gunung. Saat itu dikatakan suasana di luar kokpit cukup rame karena pintu dikunci dari dalam, dan pilot yang ternyata sudah diberi obat agar ke toilet datang menggedor pintu meminta masuk.


Kopilotnya bunuh diri ?


atau


kopilotnya membunuh satu rombong pesawat ?


Disini saya akan menjelaskan sedikit tentang bunuh diri


Penjelasan bunuh diri menurut Freud, "suicide is murder turned around 180 degrees" , menurut dia bunuh diri berkaitan dengan kehilang atau objek yang diinginkan. Secara psikologis, yang hilang itu adalah individu orang tersebut. Dia akhirnya menghukum atau membunuh orang yang hilang tersebut, yang akhirnya muncul perilaku destruktif diri sendiri




[caption id="" align="alignnone" width="460"] "suicide is murder turned around 180 degree", Freud[/caption]

Upaya bunuh diri merupakan tanda utama dari depresi mayor atau juga penyakit psikiatri seperti skzifroneia, atau penyalahgunaan alkohol.


Dikutip Robert Firestone dalam buku Suicide and the Inner Voice, bunuh diri diakibatkan dari lingkungan masa kecilnya yang tidak memberi rasa aman, lingkungan keluarga menolak dan tidak harmonis, sehingga anak menghadapi kebingungan dalam sehari hari. Hal ini akan ditimbulkan jika bertemu faktor pencetus seperti faktor psikologis, ekonomi, gangguan mental atau kencanduan alkohol


Perempuan sendiri lebih banyak yang berupaya bunuh diri walaupun akhirnya pria yang lebih banyak "sukses" dalam menjalankan bunuh diri. Perbedaan wanita dan pria yang bunuh diri juga cukup banyak misalnya metode yang akan dipilih, jika wanita lebih memilih hal fatal rendah misalnya minum pil-apa-kek-yang-banyak, atau memotong nadi. Sedangkan bagi cowok akan melakukan hal-hal yang heboh, ya salah satunya membawa pesawat jatuh beserta isinya.


Motif juga beda, jika wanita biasanya terjadi karena perubahan kondisi mood, atau dalam kondisi meminta bantuan (cry for help), maka kalo pria biasaya emang dalam tahap depresi disertai keputusasaan atau juga emang motiviasinya ingin mati


Walaupun gitu ada beberapa karakteristik dari perilaku bunuh diri baik dari wanita atau pria


Hopelessnes, atau yang bisa dikatakan harapan individu bahwa kejadian negatif akan terjadi di masa depan dan dia akan merasa gagal dalam mencapai tujuan.


Alasan untuk hidup, Seseorang yang berpikiran bunuh diri biasanya susah untuk menyatakan alasan untuk hidup.


Perfeksionis, sendiri di bagi menjadi tiga yaitu self-oriented (standar tidak realitis diri sendiri), other-oriented (menuntut kesempurnaan orang lain), dan socially prescribed (mempercayai orang lain mengharapkan dirinya sempurna). Dari ketiga jenis ini, jeni socially dan self berkaitan dengan bunuh diri


Konsep Diri, berhubungan dengan harga diri (self-esteem). Jika seseorang memiliki harga diri negatif (rendah), maka cenderung bunuh diri


Rumination, gejala depresi yang berlebihan pada seseorang yang akan cenderung menjadi sedih dan sangat mudah terganggu jika dalam kondisi sedih


Autobiographical Memory, Ini adalah keadaan dimana seseorang mengingat kembali kejadian yang pernah di alami sebelumnya. Hal itu yang mengakibatkan merusak kemampuan individu untuk membayangkan masa depan


**


Lalu bagaimana cara menghindarkanya ? Pertama harus diliat penyebabnya kenapa maka kita perlu atasi segera, misalnya seseorang itu depresi. Maka kita harus atasi depresinya, atau juga jika dia akibat kecanduan Alkohol. Berarti tinggal perbaiki kencanduan tersebut.


Semoga disini gak ada yang kepengen bunuh diri ya, Masuk Neraka euy

Comments

  1. Duhh setelah baca post ini kok echa kayanya mesti harus kudu belajar lebih byk lagi yaa hmm

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan