Ketika BNI Menyelamatkan Saya

Pada masih ingat gak pengalaman awal masuk kuliah ?


Kalo saya sih inget banget. Ketika tahun 2008, saya datang di salah satu kampus teknik negeri dikawasan surabaya : ITS. Saya ingat saat itu sama dengan bulan sekarang yaitu Agustus. Bisa dikatakan bulan Agustus adalah dimana para mahasiswa mulai menyiapkan segala sesuatu tentang perkuliahan. Mulai dari kos baru, lalu teman yang berubah ketika masa sekolah, dan ada satu lagi yang ganti : Kartu Mahasiswa atau disingkat KTM.


Saya ingat ketika itu disuruh mengumpulkan foto bewarna merah berukuran 3x4. Karena gak punya banyak pilihan pas foto, akhirnya saya pun mengirimkan pas foto saya memakai baju seragam SMA. Ternyata yang saya gak tahu, pengumpulan itu digunakan untuk jadi foto identitas KTM. Jadinya deh saya mempunyai KTM dengan foto seragam SMA. Hehehe..



Yang bikin beda KTM dengan kartu sekolah yang saya gunakan adalah ternyata kartu ini sudah terintegrasi dengan salah satu bank yaitu bank BNI. Nah ini yang bikin mudah karena semua pembayaran perkuliahan bisa menggunakan KTM saja.  Jadi gak perlu repot repot harus membuka rekening baru.


Serunya lagi, karena kita sebagai mahasiswa maka tidak ada biaya administrasi yang dibebankan per bulanya, dan juga tidak ada minimal uang di rekening. Pokoknya selama kita masih menjadi mahasiswa, tidak ada potongan administrasi dan juga minimal uang di tabungan. Keren bukan ?


Selain itu, KTM yang juga bisa sebagai kartu debit bank BNI ini juga menyelamatkan saya beberapa kali.




[caption id="attachment_2934" align="aligncenter" width="448"]ktmbni Penampakan Kartu Tanda Mahasiswanya[/caption]

**


Banyak orang yang mengatakan kuliah itu akan berbeda dengan sekolah, dengan jadwal yang tidak tetap dan terkadang jika memanfaatkan waktu untuk mengerjakan tugas dengan baik, maka waktu kosong akan lebih banyak.


Hal ini saya rasakan sendiri, karena waktu kosong yang saya punyai cukup banyak. Untuk memanfaatkan waktu kosong saya mencoba untuk iseng menjadi salah satu pengisi artikel bagi salah satu website luar negeri. Setelah beberapa artikel saya diterima oleh mereka, nah ini saatnya pembayaran. Ternyata mereka menggunakan paypal sebagai alat pembayaran.


Agak susah karena paypal sendiri untuk mendaftarnya sendiri cukup ketat yaitu harus dengan kartu kredit. Saya sendiri sedikit buru-buru harus mendaftar paypal karena saat itu juga akan membeli barang dan hari terakhir pembayaranya.


Setelah mencari di google, ternyata saya baru tahu kalo kartu debit BNI bisa juga untuk mendaftar paypal. Akhirnya gak butuh waktu lama saya mendaftar paypal dan selesai lah masalah ini,


Alhamdulillah..


***


Tapi ternyata bni gak cuma menyelamatkan sekali aja, karena kali ada cerita satu lagi. Kali ini adalah cerita kedua pengalaman dengan ktm-debit-kartu-bni *halah


Saya memiliki kebiasaan yang agak jelek yaitu selalu mengisi bensin jika sudah hampir habis. Jika masih belum garis merah sih gapapa, lah kalo ini saya udah di garis merah lalu saya paksa satu-dua hari lagi. Nah setelah itu baru deh tancap ke pom bensin terdekat.


Suatu ketika saya sedang mengisi bensin yang sudah mau abis, saya sih pede aja untuk mengisi.


"Penuh ya mas bensinya !", saat itu saya mengatakan ke petugas SPBU nya


Gak berapa lama saya melihat angka meteran yang melaju cepat, ketika udah hampir penuh si petugas mencabut selangnya dan mengatakan jumlah harganya


"Dua puluh ribu mas", kata dia  (FYI saat itu bensin hanya berharga 4500)


Lalu saya mengeluarkan dompet dan ngeliat isinya : Kosong


Gak kosong beneran sih ada beberapa struk belanjaan, tapi kalo duitnya kosong. Masa ya bayar pake struk belanjaan ? Saat itu baru inget kemarin baru bayar fotokopi bejubel karena saat itu mau ujian.


Mampus, dalam batin saya udah sebal ke diri sendiri karena gak ngecek dompet sebelum ke SPBU. Saat itu saya lalu berpikir tentang cerita teman yang gak bawa uang waktu isi bensin.


"Jadi  KTP nya ditinggal karena gak bawa duit buat bensin"


Aduh, masa harus tinggal KTP nya ? Saya lalu berpikir gak elite juga kalo hanya karena dua puluh ribu masa harus ninggal KTP, nanti kalo difoto dan disebarkan ke setiap SPBU kalo disuruh hati hati kalo ada saya, karena isi bensin karena pernah gak bayar. Gimana ini ?


Lamunan saya dibuyarkan oleh petugas yang mengetahui kegilasahan saya apalagi keliatan banget dompet saya kosong.


Dia mengatakan, "Masnya lupa bawa uang?"


"Erghh... iya mas ini", saya jawab sambil tersipu malu-malu(in)


"Kalo masnya kuliah di ITS, itu ada atm BNI, bisa kok ngambil duit disana nanti saya tungguin disini.", si petugas menunjuk atm bni di sekitar pintu keluar SPBU.


Hah ada ya ? dalam hati saya kok, bego banget gak ngeliat ada ATM disana.


"Wah iya mas saya ambil dulu ya!", lalu saya meminggirkan kendaraan dan berlari menuju atm bank BNI tersebut dan segera setelah mengambil uang saya membayarkan ke petugas.


Setelah itu saya memacu kendaraan dan bersyukur karena tidak harus menitipkan KTP hanya karena tidak bawa uang 20.000 aja dan sejak itu saya mulai menghapalkan berbagai atm BNI di sekitar kampus siapa tau saya mengalami hal yang serupa udah tau dimana ngambil uangnya. *Duh ric!


**


Di postingan kali ini saya mengucapkan selamat ulang tahun BNI yang ke 69, semoga semakin maju dan sukses ke depanya. Bundling KTM dengan kartu debit BNI saat itu adalah inovasi yang cukup membantu mahasiswa saat itu, terima kasih !

Comments

Popular posts from this blog

Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

Resident di Era Covid

Pembasmi Pembuang Tinja Sembarangan