Susahnya Pasang Indihome di Nagekeo

“Udah kamu kesini aja dulu lihat keadaanya gimana”

Obrolan seperti ini paling sering dilakukan orang kepada temenya yang mau pergi ke suatu daerah yang tidak pernah dikunjungi sebelumnya, dan dia merasa harap-harap cemas. Ini daerah gimana ya ? Apakah saya bisa hidup disana ? Biasanya kalo udah gitu, tinggal jawab aja

“Tenang, gak seperti yang kamu bayangkan kok, disini enak aja”

***

Sudah satu bulan saya berada di pulau flores, tepatnya kabupaten nagekeo. Sebuah Kabupaten hasil pemekaran dari kabupaten ngada sekitar 10 tahun yang lalu. Wilayahnya sangat luas dengan jarak antara kehidupan satu dengan lainya cukup jauh. Beruntung saya berada di daerah “kota”, dengan asumsi rumah yang saya tempati sekarang cuma berjarak sekitar 50 meter dari rumah dinas bupati Nagekeo. Pikir saya, setiap ada rumah bupati pasti di tengah kota, kalo di malang itu di jalan Ijen, salah satu jalan elit di kota Malang. Saya pun seneng-seneng aja karena fasilitas gak susah kalo di kota gini, walaupun penampakan kota ini mungkin setara kecamatan kecil di daerah malang selatan.

Fasilitasnya dibuktikan dengan adanya indihome. Iya salah satu provider internet milik bumn ini berhasil menembus daerah rumah saya. Sebelumnya saya sudah melakukan riset untuk mencari apakah ada internet disana. Ternyata di websitenya ada, well sekarang tinggal bagaimana mendapatkan info supaya ketika sampai disana internet sudah ada. Pengalaman saya ketika tinggal di gresik, saya sudah memasang internet  sebelum masuk ke kontrakan. Nah, dari pengalaman ini saya pengen seperti itu juga.

Kesulitan pertama yang  saya hadapi adalah : Tidak ada kantor telkom di nagekeo. Well, ini tentu menyusahkan juga, akhirnya saya telpon ke telkom ngada dan tidak di angkat mungkin karena libur tahun baru dan natal tapi saya yakin disana ada indihome, la wong di website mereka ada

Setelah nyampai di kabupaten nagekeo, saya pertama tinggal di salah satu hotel disana. Ternyata mereka pasang wifi dan setelah saya liat Ip addressnya adalah indihome, nah ini, berarti ada kan ? Saya pun mulai mencari bagaimana memasangnya. Setiap belanja di toko saya selalu menanyakan apakah ada nomer orang memasang internet. Beberapa orang mengatakan

“Oh, saya tau, tinggalnya di deket koramil, tapi gak ada nomer hapenya”,

Yah saya gak akan ke kos nya, dan ketika ada kios jualan pulsa saya ada perasaan mendapatkan info bagus dari sana. Saya tanya

“Om, ada info nomer orang pasang internet gak?”, tanya saya

“Oh iya, ini ada saya kasih ya”, jawab orang itu

Saya kaget

Yaelah, tiba-tiba aja dapet nomernya. Bagus deh kalo gitu, langsung saya hubungi dia untuk janjian memasang internet. Yah satu langkah untuk mendapatkan internet

Akhirnya siang dia menepati janji ke rumah dinas dan melihat kemungkinan apakah kabel bisa terpasang atau tidak. Lalu dia mengatakan

“Iya ini bisa dipasang tapi harus mendirikan satu tiang lagi biar gak terlalu jauh jalurnya”, kata dia

Jadi ada kabel internet di seberang jalan kami, dan seharusnya tinggal masang tiang di depan rumah dinas lalu dipanjangkan lagi ke rumah. Masalahnya dia Cuma berdua dengan temanya aja untuk memasang tiang tentu butuh tenaga ekstra.

Karena udah ngebet juga dan mumpung ada kesempatan, kami menawarkan diri untuk mendirikan tiang itu bersama-sama ama dia. Yah beneran untuk mendapatkan internet kita harus mendirikan tiang sendiri. Dia pun mikir agak lama, masih menimbang apakah ngerjain apa enggak.

 

 

Setelah itu dia mengatakan besok aja untuk datang kembali dan akhirnya pulang, eh gak taunya dia dateng lagi sambil bawa tiang. Mungkin dia juga gak mau nunda pekerjaan, atau gak dia udah iba ngeliat muka saya yang fakir-internet-ini (persoalan remaja masa kini). Tiang pun di taruh di depan pagar rumah dinas. Dalam hati saya mikir, ini emang gak masalah nancepin tiang di tanahnya negara. Mungkin karena petugas indihomenya tau, dia ngomong

“Kalo mau nunggu persetujuan orang tanah, bisa 5 tahun lagi boleh nancepin ni tiang”

“Hahahaha….”, saya tertawa tapi juga mikir kayaknya 5 tahun lagi juga orang-orang pada sadar kalo ada tiang nancep di tanah negara milik puskesmas ini

Setelah tiang tertancap dan kabel di panjangkan, akhirnya internet masuk daerah terpencil ! Hore ! Tentu sangat menyenangkan kalo di daerah yang hampir tidak ada-apanya ini kita bisa mendapatkan internet. Setidaknya hiburan didapatkan, tapi ya gitu. Gak boleh manja, kalo pengen mendapatkan sesuatu maka kita harus kerja keras dulu

Leave a Comment.