Denyut Jantung dan Pengaruhnya Untuk Umur

Sejak dulu sudah diketahui bahwa ada hubungan antara denyut jantung di hampir semua organisme. Hubungan yang ada ini mempengaruhi rata-rata umur di semua spesies, kecuali manusia yang hidup lebih lama dari prediksi berdasarkan denyut jantung.

Pada hewan yang kecil, maka denyut jantung akan mempengaruhi metabolisme sel. Walaupun masih ada faktor lain seperti, proses inflamasi, aktivitas autonomic nervous, dan lain-lain. Denyut jantung sendiri mempengaruhi perkembangan dari beberapa penyakit jantung vaskular yang akhirnya akan berefek pada umur dari seseorang

**

Pada tabel di atas terlihat bahwa denyut jantung sendiri sangat mempengaruhi rata-rata umur spesies. Tikus memiliki denyut jantung tercepat dan umur yang pendek, sedangkan ikan paus memiliki denyut jantung terpelan dan memiliki umur terpanjang. Manusia sendiri memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi di antara makhluk hidup lainya

Efek denyut jantung pada jantung

Secara umum, diketahui bahwa denyut jantung normal antara 60-100, walaupun pada faktanya ini sangat tergantung pada aktifitas, penyakit, waktu. Misalnya pada malam maka akan lebih lambat daripada siang, sedangkan pada perempuan akan lebih cepat daripada laki-laki

Kerja ventrikel, dan kebutuhan oksigen  (MVO2) sangat berkaitan dengan denyut jantung. Pada denyut jantung meningkat, maka kebutuhan oksigen akan meningkat sehingg hal ini menyebabkan kerja ventrikel dan sistole juga ikut meningkat

Berbeda pada diastole, ketika denyut jantung meningkat maka kerja dari ventrikuler filling time akan menurun, sehingga aliran darah juga akan turun

Diastole akan menurun seiring meingkatnya denyut jantung (http://www.as.wvu.edu)

***

Efek Denyut Jantung Pada Jaringan Arteri

Pada fungsi endotel, ketika terjadi peningkatan denyut jantung akan membuat tekanan yang berlebih pada sel endotel. Ketika terjadi tekenan berlebih ditambah faktor yang bersifat patologis (resiko berupa tinggi kolesterol, proses inflamasi, penuaan, dll) maka akan terjadi kerusakan pada endotel.

Denyut jantung yang cepat juga akan mengakibatkan “aorta yang kaku”. Akibat dari kekakuan ini akan meningkatkan resiko kerusakan dari organ, terutama ginjal dan jantung

Abnormalitas yang terjadi akibat denyut jantung yang cepat bisa berupa proses inflamasi, oksidative stree, dan juga disfungsi endotel yang mempercepat atheroskeloris. Pada pasien dengan diabetes mellitus juga akan mengakibatkan peningkatan dari microalbuminuria.

****

Bagaimana pada individu yang sehat ?

Pada penelitian yang dilakukan pada 5.713 subjek rata-rata berusia 32-42 tahun dan dengan penelusuran selama 23 tahun. Resiko dari mati mendadak karena infark jantung, adalah subjek penelitian dengan denyut jantung istirahat di atas 75 bpm (beat per menit). Sedakan penelitian Copenhagen Male study, dengan 2.978 subjek tanpa diketahui faktor resiko sakit jantung dan lainya yang diikuti selama 16 tahun menunjukan hasil serupa

Denyut jantung berhubungan dengan umur

Hubungan antara denyut jantung dan mortalitas ini bahkan tidak berubah ketika dimasukan faktor resiko seperti, aktifitas fisik, mereokok, konsumsi alkohol, jumlah kolesterol dan trigleserida, dan tekanan darah

**

Bagaimana dengan orang yang memiliki faktor sakit jantung ?

pada penelitian yang melibatkan 24,913 pasien dengan suspek coronary artery disease dan diikuti selama 14,7 tahun. Angka mortalitas meningkat seiring denyut jantung yang meingkat juga.

**

Apa yang bisa kita simpulkan dari ini ?

Pada hewan yang berbadan besar, mereka memiliki denyut jantung yang lebih pelan dan hidup lama daripada yang kecil.

Hal ini mempengaruhi pada kerja metabolik, yang mengakibatkan penambahan radikal bebasl, stress oksidatif, dan penuaan yang cepat. Ketika metabolik berkerja keras, maka denyut jantung juga akan meningkat dan menyebabkan angka harapan hidup

walaupun begitu kerja metabolis bukan menjadi satu-satunya faktor untuk menjelaskan angka harapan hidup hewan.
Contoh burung, memiliki kerja metabolisme lebih tinggi daripada hewan yang sebesar dia tapi harapan hidup lebih panjang dan juga menjelaskan mengapa tikus liar kadang hidup lebih lama daripada tikus di laboratorium. Bahkan ada yang hidup hingga 20 tahun

Sedangkan pada manusia, dari penelitian yang ada maka bisa disimpulkan terdapat korelasi antara denyut jantung cepat dan angka harapan hidup.

Ketika manusia memiliki denyut jantung yang cepat maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan

  • Ketika Indivdu Sehat : Latihan aerobik secara teratur, mengurangi konsumsi cafein, alkohol dan rokok, menjaga berat badan
  • Ketika Individu Sakit : Minum obat secara teratur, rajin ke dokter untuk checkup secara berkala, olahraga disesuaikan dengan kemampuan

***

Didaur ulang dari ” Heart Rate, Life Expectancy and the Cardiovascular System: Therapeutic Consideration “

https://www.karger.com/Article/FullText/435947

Leave a Comment.