Ketika BNI Menyelamatkan Saya

Pada masih ingat gak pengalaman awal masuk kuliah ?

Kalo saya sih inget banget. Ketika tahun 2008, saya datang di salah satu kampus teknik negeri dikawasan surabaya : ITS. Saya ingat saat itu sama dengan bulan sekarang yaitu Agustus. Bisa dikatakan bulan Agustus adalah dimana para mahasiswa mulai menyiapkan segala sesuatu tentang perkuliahan. Mulai dari kos baru, lalu teman yang berubah ketika masa sekolah, dan ada satu lagi yang ganti : Kartu Mahasiswa atau disingkat KTM.

Saya ingat ketika itu disuruh mengumpulkan foto bewarna merah berukuran 3×4. Karena gak punya banyak pilihan pas foto, akhirnya saya pun mengirimkan pas foto saya memakai baju seragam SMA. Ternyata yang saya gak tahu, pengumpulan itu digunakan untuk jadi foto identitas KTM. Jadinya deh saya mempunyai KTM dengan foto seragam SMA. Hehehe..

Baca Selengkapnya..

Pengobatan Gratis Blitar (1)

Pengobatan gratis adalah salah satu kegiatan yang menarik bagi semua orang. Sebenernya gak usah pengobatan gratis aja sih, semua yang berhubungan dengan gratis pasti orang-orang pada nyerbu.

Saya juga ketika masih kuliah di surabaya pernah suatu saat bela-belain ke tugu pahlawan, untuk lihat konser gratis saat itu. Walupun akhirnya rencanya gagal total karena baru jalan 1 kilometer udah kena hujan lalu jalanya disana banyak yang ditutup. Akhirnya malah nongkrong di rawon setan

**

Baca Selengkapnya..

Tiga Pria Tambun dan Hujan

Saat itu pertengahan tahun 2008, ketika itu saya masuk ke dalam kelas kalkulus 1 dimana isi satu kelasnya adalah anak-anak dari berbagai jurusan di ITS. Luntang-luntung gak tau mau duduk dimana akhirnya saya memutuskan untuk duduk di belakang sendiri.

Tampak ada kursi kosong di sebelah  anak yang agak  berbadan tambun, langsung aja setelah itu saya duduk di sebelahnya. Seperit anak maba ingusan pertama kali di tempat baru, saat itu saya berkenalan. “Eric, dari teknik kimia”, saat itu masih aga jaim-jaim aja. Lalu dia menjawab “Fahmi, teknik kelautan”.

“Dari mana mi ?”

“Malang, kamu sendiri ric?”

“Lah saya juga dari malang”, jawab saya

Sejak itu akhirnya kita sering main bareng, pernah saya menyelamatkan dia dari kos-kosan karena di usir oleh yang punya. Setelah saya pindah ke brawijaya, akhirnya dia menghuni kamar keramat kos-kosan aku.

Personil bertambah dengan salah satu temen kelas TPB, anak sipil, si reksa. Cowo berbadan tambun asal sidoarjo, sehingga pas bangetlah ini mirip kumpulan om-om

**

Baca Selengkapnya…